Assalamualaikum.
selamat pagi teman, apa kabarnya kau disana?
semoga kau baik-baik saja
akhir-akhir ini engkau hadir di mimpiku, mimpi-mimpi panjang di malam hari
mimpi singkat di siang hari
bahkan di mimpi-mimpi ketika aku sedang membuka mata
bukan delusi, bukan juga halusinasi
hanya sebuah mimpi.
tentang ruang rindu yang engkau sisakan di ujung hatiku, aku ceritakan padamu sedikit..
itu adalah sebuah ruang yang ditutupi krusta di atasnya, ketika kau buka ruang itu adalah ulkus
ulkus dengan tepian tidak rata karena digerogoti ganasnya waktu
keberadaannya mungkin akan menjadi permanen
seperti rinduku padamu
permanen
melekat tidak pernah hilang
tidak pernah resisten oleh ketidak hadiranmu
tidak pernah relaps karena memang tidak pernah sembuh
terima kasih sudah membuatku bijaksana
memberi sayap-sayap kecil di kakiku
agar aku bisa melompat dan berterbangan walaupun hanya 1 inchi dari permukaan bumi
kau yang menerbangkan aku, dengan sejuta angan dan harapan
terima kasih
tentang semangat yang engkau titipkan di jantungku
aku begitu bersyukur
rasa itu di pompa oleh jantungku
mengalir ke seluruh arteri tubuhku, di bawa vena untuk kembali ke jantung
tau kah kau? itu bagaikan oksigen bagiku
aku tidak bisa hidup tanpa rasa itu
semangatmu itu.
tentang kehadiranmu di mimpiku
entah lah, mungkin memang kau yang hadir
di dimensi ruang dan waktu yang kau tembus
dan sungguh aku terkadang menikmati
menikmati senyummu, menikmati sinar dari wajahmu
sekian dulu suratku..semoga kekal kita bersahabat..
lintas benua, lintas samudra, lintas waktu, lintas dunia.

Leave a comment
Comments feed for this article