Juni 2000
nama: Farissa Luthfia Spears (mohon dimaklumi waktu kecil nge-fans sama Britney Spears)
umur: 11 tahun
hobi: membaca dan menggambar
cita-cita: dokter
agama: Islam 1000000 %
makanan favorit: sate padang dan bakso
minuman favorit: air putih
September 2010
“Selamat pagi bu, saya dokter muda Farissa.. gimana keadaannya bu hari ini? oh alhamdulillah ya bu kalau sudah membaik, sekarang saya periksa dulu ya paru ibu, boleh dibuka bu bajunya?”
ternyata waktu berjalan begitu cepat.
akhirnya kata-kata ‘saya dokter muda Farissa’ sudah bisa dilafalkan oleh diri saya sendiri, bagaimana rasanya? campur aduk. mimpi saya jadi kenyataan, mimpi saya dari kecil, alhamdulillah
jujur dialog diatas adalah cuplikan perbicangan saya dan seorang pasien siang tadi ketika saya ingin memeriksa fisik paru ibu yang sedang dirawat di bangsal rawat inap RSCM, it was my first time. grogi, deg-degan, tangan tremor, dan bahkan pas meriksa saya rada gemeteran apalagi disupervisi oleh dokter spesialis penyakit dalam yang terkenal killer kalau jadi penguji. memang selalu ada hal pertama buat apapun untuk siapapun, dan ini adalah kali pertama yang tak terlupakan.
jadi, bagaimana rasanya melafalkan kata “saya dokter muda Farissa?’ tidak sebegitu membahagiakannya, bahkan saya sendiri bergetar ketika berkata seperti itu. dokter dan segala tanggung jawabnya membebani pundak saya.
“Saat kamu memakai jaket putih itu (snelli), please act like a real doctor, be responsible. pasien kamu mengharapkan kamu bisa meredakan penyakitnya, jadi ingat bebanmu sangat berat, belajar yang serius, berikan yang terbaik, menjadi dokter itu melayani dengan sepenuh hati, bukan untuk sebuah kebanggaan. ingat, malu lah dengan pasien, mereka guru tanpa tanda jasa.” -dr.A SpPD
kata-kata pengantar dokter A saat saya hendak memasuki bangsal rawat itu juga membuat langkah saya terhenti seketika, ya Allah sudah luruskah niat saya untuk membantu sesama? bismillah..saya berjalan lagi, kata-kata ‘saya dokter muda farissa’ semakin menyangkut di tenggorokan saya, seperti post nasal drip yang hendak saya batukan keluar. yeah it’s true, tidak ada yang patut dibanggakan sebagai dokter apalagi dokter muda, jaket itu, titel itu semua adalah tanggung jawab baru buat saya.
selamat datang di fase baru dalam kehidupanmu sendiri, Farissa Luthfia
hi farissa kecil, lihat saya berjuang untuk mimpi kita, be a good doctor. bismillah

2 comments
Comments feed for this article
September 1, 2010 at 10:01 pm
abdoelqohar
weeew..

goodluck Ibu Dokter Muda Farissa Luthfia!!
semoga semua yang dicita”kan tercapai..
semua yang dilakukan berguna bagi diri sendiri dan orang banyak..
selamat memulai kehidupan sebagai dokter hei ibu dokteer!!
goodluck! I’ll pray for ur best!!
September 2, 2010 at 2:06 pm
farissaluthfia
thank you har
hahaha bener ye pray for my best, amin.