pagi ini saya dan keluarga bersiap-siap pergi ke pesta, bukan pesta biasa, pesta ini dihadiri oleh seluruh rakyat indonesia, yak betul, ini adalah pesta demokrasi, pemilihan umum presiden Indonesia priode 2009-2014, semua rakyat (saya harap) menyambut gembira
ayah saya sudah tidak sabar lagi untuk mencontreng, dengan poloshirt sederhana dan celana bahan dia menunggu kami di ruang tamu, secangkir teh manis, laptop dan buku-buku setebal-tebal gajah menemani ayah saya, sambil mulutnya komat-kamit memanggil kami untuk berpesta. pesta demokrasi
ibu saya tampil ke ruang tamu dengan balutan baju abu-abu dari atas sampai bawah, wajahnya bahagia, “mama lanjutkan ah..” kami semua tersenyum, terserah ma..kami tidak akan memaksakan apapun yang mama pilih, ini pesta demokrasi ma, pilihlah demi sebuah hak demokrasi yang mama miliki, batinku
adik-adik yang belum dapat DPT dan terpaksa membawa KTP tampak siap dengan baju kaos kasual tapi cukup rapi, dua anak yang baru pertama kali menyontreng ini tampak antusias, keduanya saling berjanjian memilih calon presiden dan wakil presiden nantinya, hihi..ada-ada aja dek, mau milih aja pake janjian
akhirnya kami semua siap, ok, bismillah, semoga yang kami pilih bisa membawa kebaikan bagi Indonesia
pulang-pulang dapat cap ungu di kelingking dan kopiko bagi setiap pemilih
ah senangnya..
tidak masalah kelingking saya kotor dan hitam untuk hampir lebih dari seminggu asal pemerintahan Indonesia bersih untukĀ 5 tahun kedepan
hidup Indonesia, saya cinta Indonesia

No comments yet
Comments feed for this article