banyak hal yang aku kagumin dari kamu

setengah terisak seorang laki-laki diujung telfon itu menyampaikan perasaannya, suaranya bergetar, menahan betapa perasaan itu sulit diungkapkan tapi harus diungkapkan, perempuan yang sedang mendengarkanpun seketika tersenyum simpul dengan air mata yang hangat meleleh dipipinya, hatinya hangat, sehangat airmatanya. perempuan itu berfikir dan berfikir keras lagi, “apa sih yang laki-laki itu fikirkan? apa ada yang sudah salah dengan hipotalamusnya? apa yang dia ingat dari seorang perempuan yang biasa saja ini?” pertanyaan demi pertanyaan berputar-putar memusingkan dikepala perempuan itu, seketika dia berjanji di dalam hatinya, akan selalu berubah menjadi lebih baik agar apa yang dikagumi lelaki itu bukan hanya semu semata. lalu perempuan itu menarik nafasnya, dibantu oleh otot-otot abdominalis yang menandakan perempuan itu sesak karena perasaan yang ditahan.. “aku juga mengagumi kamu, sangat banyak, lebih dari yang kamu pernah tau..”