YAAMPUUUN NOKIA GW MASIH IDUUUP! hehehehe tiba-tiba iseng buka sms-smsnya dan menemukan sms-sms yang bikin gw nangis di tengah malem hehehehe…ini sms-sms jaman gw ga lulus USM ITB tahun 2007, rasanya saat itu udah mau putus asa banget, ngerasa bego dan merasa kayanya masa depan akan suram, tapi keajaiban semangat dari teman-teman dan doa mereka yang membuat gw kuat saat itu, gila gw ngerasa beruntung ada kalian semua di hidup gw saat itu dan saat ini, terima kasih kawan-kawan. aku sayang kalian :)

fa, tetap jaga kesehatanmu ya fa. tidur cukup, makan sayur + buah yang banyak. kalo sampe gw denger kabar lo sakit, awas lo fa ;)

- Kinder Bueno

Farissa chandrawinata, tetap semangat y. Allah tau jalan yang terbaik utk kita. aku pun tidak dapat itb. semangat uhuk uhuk 

-Decila

ayo fa, jangan sedih! itb emang sombong, ayo FKUI menunggumu 

-Nisa

Gapapa faa..mgkn emang takdir lo jadi dokter.. jangan bersedih ya fa, masih ada unpad dan fkui di depan mata, tetap semangat ya kawan.. :)

-Ferrero Rocher

Fa, terus semangat ya :)

-Tony

Faa, i don’t know what 2 say, yg jelas g sedih banget dgr kabar ini, tapi tetap semangat fa. g ga tw ni mesti berbuat apa? g jd ngerasa ga ngbantu lo sama sekali tp yakin fa Allah selalu memberiksan yg terbaik untuk hambaNya, semangat sahabat!

-Qohar

please my dear calon dokter, kamu emang ga untuk di ITB, kamu untuk FKUI. sedih cuma boleh 1×24 jam, i love you :)

- Yakult

NB: dulu pas SMA gw selalu menamai teman-teman dekat gw di hp dengan nama makanan makanan favorite supaya setiap mereka sms gw langsung buru-buru bales hihihi..emang aneh yak, Kinder Bueno is my sweetest bestfriend, Febelina Lestari, Ferrero is Lysa :)

Assalamualaikum.

selamat pagi teman, apa kabarnya kau disana?
semoga kau baik-baik saja
akhir-akhir ini engkau hadir di mimpiku, mimpi-mimpi panjang di malam hari
mimpi singkat di siang hari
bahkan di mimpi-mimpi ketika aku sedang membuka mata
bukan delusi, bukan juga halusinasi
hanya sebuah mimpi.

tentang ruang rindu yang engkau sisakan di ujung hatiku, aku ceritakan padamu sedikit..
itu adalah sebuah ruang yang ditutupi krusta di atasnya, ketika kau buka ruang itu adalah ulkus
ulkus dengan tepian tidak rata karena digerogoti ganasnya waktu
keberadaannya mungkin akan menjadi permanen
seperti rinduku padamu
permanen
melekat tidak pernah hilang
tidak pernah resisten oleh ketidak hadiranmu
tidak pernah relaps karena memang tidak pernah sembuh

terima kasih sudah membuatku bijaksana
memberi sayap-sayap kecil di kakiku
agar aku bisa melompat dan berterbangan walaupun hanya 1 inchi dari permukaan bumi
kau yang menerbangkan aku, dengan sejuta angan dan harapan
terima kasih

tentang semangat yang engkau titipkan di jantungku
aku begitu bersyukur
rasa itu di pompa oleh jantungku
mengalir ke seluruh arteri tubuhku, di bawa vena untuk kembali ke jantung
tau kah kau? itu bagaikan oksigen bagiku
aku tidak bisa hidup tanpa rasa itu
semangatmu itu.

tentang kehadiranmu di mimpiku
entah lah, mungkin memang kau yang hadir
di dimensi ruang dan waktu yang kau tembus
dan sungguh aku terkadang menikmati
menikmati senyummu, menikmati sinar dari wajahmu

sekian dulu suratku..semoga kekal kita bersahabat..
lintas benua, lintas samudra, lintas waktu, lintas dunia.

Aku mencintaimu seperti retina menampung cahaya dan warna. kau lukis menjadi ranting pohon cemara, runcing rumput, kulit kerang, dan mungkin lengkung pelangi dalam mimpi

aku mencintaimu seperti koklea menangkap getar dan suara, kau gubah sebagai lagu burung gereja, deru angin, ricik hujan dan mungkin denting piano dalam hati

aku cuma sepasang mata bagi setiap bulis tangis yang menyentuh dagumu dan telinga seluruh duka yang membuatmu terjaga

 

-Cecep Syamsul Hari

ini lagu dibikin oleh temen gw untuk pacarnya di tahun 2005/ 2006 kalo ga salah deh. it’s been five years ago…….

menunggumu
berharap akan cinta darimu
setelah sekian lama menantimu
kapan kah akan datang masa itu?
kemana kah cinta itu pergi?

ooh..kapan kah kau sadari
cinta yang telah kuberi
yang tercipta sepenuh hati
oo..
dan bila akan
akan kah rindu itu
ku jaga sepenuh jiwaku
hingga akhir waktu……………..


kak tiko pinjem lagunya ya…one of my favorite! :D

dalam sebuah hubungan ada yang namanya ikatan

ikatan itu bikin dua orang tersebut harus sinergis satu sama lain

simultan kalo mau lari atau jalan di tempat

ga bisa yang satu lari yang satunya diem

at least, pas yang satunya diem yang lari harus nungguin

atau yang diem harus ikutan lari

kalo misalnya tetep yang satu lari yang satu diem

jadinya jatoh

jatoh jadinya luka

luka bikin trauma

just as simple as that  :D

 

-oh yeah, and it’s not about me and Ihza :D toss za!

Juni 2000

nama: Farissa Luthfia Spears (mohon dimaklumi waktu kecil nge-fans sama Britney Spears)
umur: 11 tahun
hobi: membaca dan menggambar
cita-cita: dokter
agama: Islam 1000000 %
makanan favorit: sate padang dan bakso
minuman favorit: air putih

September 2010

“Selamat pagi bu, saya dokter muda Farissa.. gimana keadaannya bu hari ini? oh alhamdulillah ya bu kalau sudah membaik, sekarang saya periksa dulu ya paru ibu, boleh dibuka bu bajunya?”

ternyata waktu berjalan begitu cepat.

akhirnya kata-kata ‘saya dokter muda Farissa’ sudah bisa dilafalkan oleh diri saya sendiri, bagaimana rasanya? campur aduk. mimpi saya jadi kenyataan, mimpi saya dari kecil, alhamdulillah :) jujur dialog diatas adalah cuplikan perbicangan saya dan seorang pasien siang tadi ketika saya ingin memeriksa fisik paru ibu yang sedang dirawat di bangsal rawat inap RSCM, it was my first time. grogi, deg-degan, tangan tremor, dan bahkan pas meriksa saya rada gemeteran apalagi disupervisi oleh dokter spesialis penyakit dalam yang terkenal killer kalau jadi penguji. memang selalu ada hal pertama buat apapun untuk siapapun, dan ini adalah kali pertama yang tak terlupakan.

jadi, bagaimana rasanya melafalkan kata “saya dokter muda Farissa?’ tidak sebegitu membahagiakannya, bahkan saya sendiri bergetar ketika berkata seperti itu. dokter dan segala tanggung jawabnya membebani pundak saya.

“Saat kamu memakai jaket putih itu (snelli), please act like a real doctor, be responsible. pasien kamu mengharapkan kamu bisa meredakan penyakitnya, jadi ingat bebanmu sangat berat, belajar yang serius, berikan yang terbaik, menjadi dokter itu melayani dengan sepenuh hati, bukan untuk sebuah kebanggaan. ingat, malu lah dengan pasien, mereka guru tanpa tanda jasa.” -dr.A SpPD

kata-kata pengantar dokter A saat saya hendak memasuki bangsal rawat itu juga membuat langkah saya terhenti seketika, ya Allah sudah luruskah niat saya untuk membantu sesama? bismillah..saya berjalan lagi, kata-kata ‘saya dokter muda farissa’ semakin menyangkut di tenggorokan saya, seperti post nasal drip yang hendak saya batukan keluar. yeah it’s true, tidak ada yang patut dibanggakan sebagai dokter apalagi dokter muda, jaket itu, titel itu semua adalah tanggung jawab baru buat saya.

selamat datang di fase baru dalam kehidupanmu sendiri, Farissa Luthfia :)

hi farissa kecil, lihat saya berjuang untuk mimpi kita, be a good doctor. bismillah :)

akhirnya setelah 15 jam perjalanan yang penuh derita karena susah tidur, susah boker, dan susah ngobrol karena sendirian sampailah saya di Schiphol Amsterdam, ekspektasi saya terhadap bandara itu yah lumayan tinggi lah, at least sekelas Svarnabhumi atau Changi airport, ternyata tidak..jorok dan hmm yah so-so lah, sama terminal 3 Soekarno-Hatta juga masih kalah, eh yaudah balik ke saya lagi yo, yuhuuu..

ditengah ke-somnolen-an saya saya mencari si orang yang akan jemput saya, apakabar anak ini ya, setahun ga ketemu? hehe..dia adalah Fessan Aulia, alias abangku sendiri. si koper 24 kg itu menggelinding pelan menuju tempat kedatangan, saya lihat banyak orang bawa tulisan nama orang yang dijemput bahkan ada yang pake kostum dan bawa tulisan: “welcome home daddy” ah so sweet..maka saya iseng cari-cari tulisan, kali aja ada: “welcome to Netherland Farissa” yah ternyata eskpektasi saya terhadap itu juga dipatahkan karena dengan muka ga kalah somnolen abang saya cuma berdiri sambil tangan digoyang-goyang ke arah saya, yei! saya ketemu abang saya yihiiiiiiiiii………….. waktu kecil saya sering di celakakan abang saya, diboncengin di sepeda dan jatoh, diajak jualan koran bekas, ditendang pake bola, pokoknya sungguh menyiksa, jadi saya berdoa pada Allah: ya Allah, jagalah abang saya dari godaan setan setan yang terkutuk, semoga dia tidak ada niatan buruk mencelakakan saya, amin. semoga doa di ijabah.

setelah ketemu abang saya si koper belang-belang saya dialih tugaskan kepada si abang yang inisiatif ngambil (cihuy baik juga dia), abis itu dia sudah membeli tiket ke Utrecht, jadi berangkatlah kami ke Utrecht dengan kereta, di atas kereta saya ngobrol sama abang saya, ternyata dia nungguin saya dari jam 11 malam dan saya baru sampai jam 8, oh iya abang saya sekolah di Frankfurt makanya dia datang khusus jemput, ihiy..ini poin sayang abang nambah 1 deh :) hehe..

akhirnya sampailah saya di Utrecht Centraal setelah setengah jam perjalanan. stasiunnya juga ga bagus-bagus amat, bahkan mirip Blok M, hehe.. setelah itu saya menuju tempat registrasi di Jankerskoof no30A. ternyata ga gampang nyari tempat registrasinya, saya harus muter-muter kota Utrecht selama 1 jam baru nemu tempat yang mini dan dipojokan gitu, tega emang nih..hehe.. kasian si abang keliling2 geret koper kecapekan, poin sayang abang ditambah 1 lagi :D

abis registrasi saya dapet kunci kamar, uhuy….pengen cepet bobo deh, eh tapi ternyata kalo mau ke paviliunnya harus naik bus lagi, nyaaah..akhirnya dengan bodohnya saya nunggu bus, canggih nih busnya, nunggunya ada menit kapan busnya nyampe dan ga pake ngetem, maka segeralah saya naik bus menuju rumah di Cambridgelaan, saya turun di Heidenberglaan (syulitnya ditulisnya ehe) terus lagi-lagi nyasar..ckckck.. eh salah satu yang bikin seneng di Utrecht selain kotanya cantik adalah orangnya ramah-ramah bangeeeeeeeeeeeeeet seriusan deh, nanya apapun bakal dijelasin dan ditunjukin tempatnya, jadi nyasarpun hepi, soalnya tempat nyasarnya juga asyik, rindang..sejuk :D hmmm..relaxing city! :) akhirnya nyampe deh di Cambridgelaan, saya serumah ber 7, ada 7 kamar, 2 kamar mandi, 2 toilet yang syuper bau padahal udah disiram berpuluh kali (ckckck..) dan juga ada 1 tempat cuci setrika.. nyampe2 saya harus buru-buru berangkat ke kampusnya soalnya course udah mulai, kampusnya bisa ditempuh dengan jalan kaki atau bersepeda jika ada, tapi karena tidak ada maka saya berjalan kaki..nom-nom-noooom..

kampusnya berada di AZU, apatuh ya singkatannya juga lupa, bagus deh tempatnya, nyampe kampus saya langsung sok akrab aja kenalan2 eeeh taunya udah pada dokter dan residen, jadi saya paling muda sendiri, matilah awak! lalu setelah keriting kenalan pake bahasa inggris tiba2 saya kenalan sama orang ber-last name Santosaputri, curiga deh..tapi tulisannya sih berasal dari Australia, eh ternyata emang orang indonesia yang sekolah di Aussie, yesss ada indonesian nyom-nyooom..asyik deh!

nyampe kampus saya langsung makan siang, karena ga punya kartu saya dibayarin dulu sama si Brian, bule ganteng asal Belanda, lumayan juga nih, saya ambil makanan padahal cukup banyak hahahaha..rugi kayanya si Brian.

abis makan belajar deh, tapi kepala udah pusing banget masih jetlag gara2 kurang tidur juga, maka saya rada ga masuk tuh pas kuliahnya hekekekekek..maaf pak guru! abis itu saya pulang

dan jeng jeng jeng jeng

dirumah udah ada tisu gede, beras, waffels, jus, aqua dan kamar udah rapi, ternyata di rapiin bang fessan :) :) yaaampuuuun poin sayang abang naik 400 kali :) :) :)

terus dia pamit pulang, rasanya beraaaaaaaaaat banget, apalagi ga pernah jauh dari keluarga, jadi nganter bang fessan ke balkon aja mataku sudah berkaca-kaca huhuhuhuuhhu

di paviliun temen-temen ngajak ke Bar, whaat? yah tapi berhubung belom ada temen jadi mau making some friend lah, akhirnya aku ingin ikut ke bar, aku janji mama dan papa, aku tidak minum minuman yg haram! :D hehehe, sebelom berangkat saya mandi dan berbaring dulu di kasur nunggu pada siap jam 9an, btw jam 9 masih terang benderang disini hehe.. lalu saya tidur…tidur….tidur…tidur

dan pas bangun-bangun WHAT!!!!!!!!!!!!!!!! JAM SETENGAH 12! kyaaaaaaaaaa

saya langsung lari ke kamar temen, aaa jangan-jangan saya sendirian di rumah ini, kok pada tega amat ga bangungin? apa bahasa inggris saya blepotan sampe pada ga ngerti, eh ternyata beberapa dari mereka juga emang ga ikutan hiihihihihi..jadinya saya bobo lagi deh, ah cukup deh hari ini..

senang ketemu bang fessan walaupun cuma beberapa jam

dan yeah……………..walaupun pas kecil dia nakal tapi memang dia abang yang sangat bisa ditiru, tidak pernah marah, sabar, kalem, huhuhuhuhu jadi makin sayang :’(

oke deh…lanzut lagi ya ntar ceritanya :D

Belanda mungkin adalah nama negara selain Indonesia yang pertama kali saya dengar dalam hidup saya. kenapa? simpel karena neneknya nenek saya adalah orang Belanda (katanya). baiklah, jadi saya sudah terobsesi melihat bagaimana Belanda itu sejak..yah..dihitung-hitung sejak 16 tahun silam, sejak umur 4 tahun. maka dengan isengnya saya meng-apply untuk ikutan summer course di Utrecht pada kesempatan liburan kali ini, dan yah alhamdulillah saya dapat kesempatan untuk ikut summer course tentang emergency medicine and international emergency medicine development. Jadi, dengan bimbang karena banyak hal yang ditinggalin di Jakarta saya pun memantapkan hati buat berangkat ke Belanda. alasannya bukan karena obsesi sih, tapi karena saya mau tau lebih dalam tentang emergency medicine dan juga saya pengen lebih mandiri belajar di negri orang. dan yap, berangkat lah saya…sendirian.

saya urus visa saya sendiri, which is ga sesusah itu sebenernya asal tujuan dan akomodasi kita jelas selama disana, urus tiket sendiri, urus summer course-nya pun sendiri..ada kebanggaan tersendiri buat saya, biasanya kan saya anak mamih tuh tapi kini aku sudah dewasa bwahahahhaa norak, okelah..maka 19 Juli 2010 dengan diantar keluarga dan calon anggota keluarga alias pacar saya (ihiy, ngarep bener yak! masya Allah) maka berangkat lah saya. Europe, I’m coming………grand-grand-grandma’s land, i’m coming!!!!!!!!!!!!!!!!!

selalu ada yang pertama untuk semua hal, termasuk kali ini. pertama kali ke eropa, pertama kali naik pesawat sendirian dan pertama kalinya juga se bimbang ini mau pergi, saya pergi dalam keadaan takut kena remedial modul IKK, sedih ninggalin baksos FKUI 2007, sedih ninggalin liga medika, sedih ninggalin si pacar yang sibuk berurusan sama kegiatannya, sedih ninggalin adek2 yang udah pada mau ngekos di luar kota dan semua campur aduk di dalam hati.. :( bimbang, pengen di rumah aja dan jadinya persiapan keberangkatan pun jadi ga POL. tapi pada akhirnya si koper gede itu berhasil menggelinding ke bagasinya garuda indonesia dan terbanglah saya sendirian menuju Amsterdam. bismillahirrohmanirrohim. yeah..hello my grand-grand-grand-grandmother’s land, i’m gonna be there pretty soon :)

ayo jangan mengeluh
besok kita ga ada disini, kalaupun ada disini awan yang kita lihat belum tentu awan yang sama, jadi nikmati aja


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.